
Menurut Debby, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa BKPRMI masih eksis dan terus memberikan kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia yang religius di Negeri Junjung Besaoh.
Ia mengatakan, keberadaan BKPRMI sangat dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui pembinaan TKA-TPA dan TQA di seluruh wilayah Bangka Selatan.
“Keberadaan organisasi ini sangat dikenal di masyarakat dan tentunya sumbangsih bagi Kabupaten Bangka Selatan sangat luar biasa dalam program-program keagamaan, termasuk pemberantasan buta huruf Al-Qur’an,” ungkapnya.
Wabup Debby juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, namun juga memberikan perhatian serius terhadap pembangunan mental dan spiritual masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, beriman, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup berat, lanjut Debby, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tetap berupaya mempertahankan insentif bagi para ustadz dan ustadzah di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, di tengah kondisi fiskal saat ini, insentif para ustadz dan ustadzah Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 760 orang masih dapat terselamatkan tahun ini, walaupun mengalami penurunan. Ini menjadi tanggung jawab, perhatian dan bentuk dukungan pemerintah daerah,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap ke depan para ustadz dan ustadzah juga dapat memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para tenaga pendidik keagamaan.
Di akhir sambutannya, Wabup Debby mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang diwisuda dan berharap mereka mampu menjadi generasi Qur’ani yang membanggakan keluarga, agama, dan daerah.





