Warga Pasir Padi Soroti Narasi Sepihak Soal Tambang: Ded Tegaskan Siap Tempuh Jalur Dewan Pers

PANGKALPINANG*radarnyamuk.com – Polemik aktivitas tambang ponton TI Rajuk-Tower di perairan Laut Pasir Padi kembali memicu perdebatan publik. Setelah muncul pemberitaan yang menyebut seorang warga bernama Ded sebagai koordinator rencana aktivitas penambangan di area yang disebut berada di luar IUP PT Timah Tbk, bantahan keras pun disampaikan pihak yang dituduhkan.

Ded dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menilai narasi yang berkembang telah menggiring opini tanpa dasar fakta maupun bukti yang jelas. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengkoordinir aktivitas penambangan sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu media.

“Tidak benar saya disebutkan sebagai koordinator rencana penambangan di area tersebut. Tolong oknum wartawan yang menyebutkan saya mengkoordinir itu harus dibuktikan, jangan menyebar fitnah dan hoaks. Kalau tidak bisa membuktikan, saya berencana melaporkan persoalan ini ke Dewan Pers,” tegas Ded saat dimintai tanggapannya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Ded, pemberitaan yang menyebut namanya tanpa konfirmasi mendalam maupun bukti valid berpotensi mencemarkan nama baik seseorang. Ia menyayangkan munculnya informasi yang dinilai tendensius dan seolah membangun framing negatif terhadap dirinya di tengah situasi yang sensitif terkait aktivitas tambang rakyat di wilayah pesisir.

Ded juga mempertanyakan sumber informasi yang digunakan dalam pemberitaan tersebut. Sebab menurutnya, tidak ada bukti autentik maupun pernyataan resmi yang menunjukkan dirinya terlibat sebagai koordinator aktivitas tambang ilegal sebagaimana yang dituduhkan.

“Kalau memang ada bukti, silakan dibuka secara terang benderang. Jangan hanya berdasarkan isu lalu nama seseorang diseret-seret seolah sudah pasti bersalah. Ini negara hukum, semua harus berdasarkan fakta,” ujarnya.

Menurut Ded, informasi yang ada justru oknum wartawan tersebut yang menginginkan ponton mereka yang berkerja di area tersebut, bahkan oknum wartawan itu mau mengkondisikan dan mengkoordinir pemilik ponton TI Rajuk-Tower bekerja di area diluar IUP PT Timah Tbk.

Di sisi lain, sejumlah warga pesisir Pasir Padi turut angkat bicara terkait polemik tersebut. Mereka menilai pemberitaan yang berkembang justru terkesan menyudutkan masyarakat lokal yang sedang berharap mendapatkan peluang ekonomi menjelang Hari Raya Idul Adha.

Acep (58), warga RT Temberan Pasir Padi, mengaku heran dengan munculnya narasi yang dianggap menyerang masyarakat setempat. Menurutnya, aktivitas tambang di kawasan laut Pasir Padi bukanlah hal baru dan telah berlangsung cukup lama.

Namun ironisnya, kata Acep, masyarakat di sekitar wilayah tersebut justru tidak pernah benar-benar merasakan manfaat ekonomi secara langsung, termasuk kompensasi yang selama ini disebut-sebut ada.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *