Audiensi dengan Kanwil Ditjenpas Babel, PJS dan KBO Babel Soroti Keras Persoalan Lapas Narkotika Pangkalpinang

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 51.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

PANGKALPINANG | radarnyamuk.com — Rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya akan melibatkan ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat akhirnya dibatalkan dan diganti dengan agenda audiensi bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (21/5/2026).

Audiensi tersebut dihadiri sekitar 15 peserta yang terdiri dari perwakilan Kantor Berita Online (KBO) Babel dan Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Bangka Belitung. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka namun penuh kritik terhadap kondisi Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang yang belakangan terus menjadi sorotan publik dan media.

Penanggung jawab aksi, Rikky Fermana, mengatakan keputusan membatalkan aksi unjuk rasa dilakukan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Demi terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif, akhirnya kami mengubah rencana aksi menjadi audiensi bersama Ibu Kakanwil IMPAS Bangka Belitung. Namun dalam audiensi ini kami tetap menyampaikan kritik dan masukan secara terbuka terkait kondisi Lapas di Bangka Belitung, khususnya Lapas Narkotika Pangkalpinang,” ujar Rikky Fermana.

Menurut Rikky, berbagai pemberitaan yang terus muncul terkait dugaan penyalahgunaan di dalam Lapas Narkotika Pangkalpinang seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran pemasyarakatan.

“Pemberitaan yang masif terkait Lapas Narkotika tidak juga membuat lembaga ini berbenah. Justru yang sering muncul adalah berita-berita pencitraan seolah-olah semuanya baik-baik saja dan bersih dari penyalahgunaan HP maupun dugaan penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PJS Bangka Belitung, Muhamad Zen, di hadapan Ibu Kakanwil dan wartawan yang hadir juga menyampaikan kritik keras terkait lemahnya pengawasan di dalam Lapas Narkotika Pangkalpinang.

Menurut Zen, keterlibatan insan pers dalam rencana aksi sebelumnya menjadi indikator bahwa persoalan di dalam Lapas sudah berada pada tahap yang sangat serius.

“Kalau insan pers saja sudah sampai berencana melakukan unjuk rasa, berarti keadaan ini memang sudah sangat parah. Biasanya aksi-aksi seperti ini dilakukan mahasiswa, LSM, ormas atau OKP. Jarang wartawan turun langsung menyampaikan pendapat di muka umum. Ini membuktikan bahwa persoalan di Lapas Narkotika Pangkalpinang sudah sangat serius dan membutuhkan pembenahan menyeluruh,” kata Zen.

Dalam kesempatan itu, Zen juga menyoroti lemahnya pengawasan petugas serta meminta adanya rotasi terhadap pimpinan maupun petugas yang sudah terlalu lama bertugas di Lapas Narkotika Pangkalpinang.

“Kami meminta Ibu Kakanwil melakukan evaluasi total, termasuk rotasi pimpinan dan petugas yang sudah lama bertugas di sana guna menghindari dugaan permainan di internal,” ujarnya.

Meski menyampaikan kritik keras, Zen menegaskan pihaknya tetap mendukung langkah pembenahan yang dilakukan jajaran Kanwil IMPAS Bangka Belitung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *