
Dalam amanat tersebut turut dipaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam mewujudkan tertib arsip di daerah berdasarkan hasil pengawasan tahun 2024.
Tantangan itu antara lain kebijakan kearsipan yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan organisasi, keterbatasan sumber daya manusia bidang kearsipan, pengelolaan arsip yang belum optimal, hingga implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang masih perlu ditingkatkan.
“Untuk mengatasi tantangan ini, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan entitas kearsipan, serta perlu dilakukan perubahan strategi pembinaan dan pengelolaan arsip,” lanjutnya.
Lebih lanjut, transformasi kearsipan digital ditegaskan bukan hanya sekadar proyek teknologi semata, melainkan sebuah gerakan kolektif yang harus dimulai dari perubahan pola pikir seluruh sumber daya manusia di bidang kearsipan.
Pemerintah pusat melalui ANRI juga terus mendorong penguatan sistem digital melalui implementasi aplikasi SRIKANDI versi mobile guna mendukung tata kelola administrasi pemerintahan dan pengelolaan arsip secara terintegrasi.
Selain itu, ANRI menargetkan sebanyak 65 ribu arsip dapat tersaji dalam Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) pada tahun 2025. Target tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekosistem kearsipan digital nasional yang terhubung dari tingkat pusat hingga daerah.
“Pengelolaan data dan pemanfaatan informasi kearsipan nasional melalui penyajian informasi arsip dalam JIKN perlu menjadi agenda bersama seluruh simpul jaringan di Indonesia, sehingga target 65.000 arsip yang dapat tersaji di JIKN pada tahun 2025 ini dapat dicapai,” kata Hefi.
Dalam amanat itu juga disampaikan capaian program register memori kolektif bangsa. Hingga saat ini tercatat sebanyak 27 arsip telah teregistrasi sebagai Memori Kolektif Bangsa, tiga arsip sebagai MoWCAP, dan sembilan arsip sebagai Memory of the World.
Peringatan Hari Kearsipan ke-54 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung transformasi kearsipan modern, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta menjaga arsip sebagai warisan dan memori kolektif bangsa maupun daerah.





