Sekda Hefi: Stabilitas Harga Harus Dijaga Demi Kesejahteraan Masyarakat dan Petani

Namun demikian, menurut Sekda Hefi, pada Februari 2026 harga kembali mengalami kenaikan akibat adanya sejumlah momentum perayaan yang berlangsung berdekatan, seperti tradisi Ruwahan, Tahun Baru Imlek, dan Bulan Ramadan.

Ia menjelaskan, pada Maret 2026 harga kembali mengalami penurunan dan kondisi tersebut cenderung terus berlangsung hingga saat ini.

Menurutnya, penurunan harga dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan komoditas dan menurunnya permintaan pasar.

“Meski terlihat positif bagi konsumen karena harga barang menjadi lebih murah, penurunan harga yang berlangsung terlalu lama juga dapat berdampak kurang baik bagi produsen maupun petani karena pendapatan mereka ikut menurun,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Hefi juga memaparkan perkembangan inflasi year on year (YoY) Januari hingga April 2026. Ia menyebutkan bahwa pada awal tahun, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan penurunan, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kota Pangkalpinang justru mengalami inflasi.

Melalui pelaksanaan High Level Meeting TPID tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pasokan menjelang Hari Raya Iduladha dapat berjalan optimal, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan dengan baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *