Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menyediakan layanan pemeriksaan HIV-AIDS dan infeksi menular seksual secara gratis di 10 puskesmas serta dua rumah sakit. Seluruh layanan ini dapat diakses oleh masyarakat tanpa rasa takut akan stigma.
“Selain pelayanan pemeriksaan, kami juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya deteksi dini serta tidak lagi menganggap pemeriksaan HIV sebagai hal yang menakutkan,” ungkap Slamet.
Ia juga mengingatkan bahwa HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, maupun menyusui. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan teratur, risiko penularan tersebut dapat ditekan hingga sangat rendah.
“Dengan kepatuhan minum obat dan pendampingan yang baik, penderita HIV tetap dapat hidup sehat dan produktif,” katanya.
Lebih lanjut, Slamet menegaskan bahwa edukasi dan pencegahan tetap menjadi fokus utama DKPPKB Bangka Selatan. Program promotif dan preventif terus digencarkan sebagai langkah menekan pertambahan kasus HIV setiap tahunnya.
“Pengendalian HIV bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya ini,” pungkasnya.





