“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman siswa terhadap risiko aktivitas geng motor, memberikan informasi tentang hukum serta sanksinya, dan mendorong partisipasi orang tua, guru, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk membentengi pelajar dari pengaruh negatif tersebut,” tambahnya.
Setelah sambutan dan pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi oleh Satlantas Polres Bangka Selatan. Sebagai narasumber, Ibu Widi Tupilia, S.H., memaparkan berbagai bentuk kegiatan geng motor yang sering memicu permasalahan sosial hingga tindak kriminal. Ia menjelaskan bahwa banyak remaja terjerumus karena mengikuti tren pergaulan, kurangnya pengawasan, atau rasa ingin diterima dalam kelompok tertentu.
Materi juga meliputi penjelasan mengenai peraturan lalu lintas, batasan hukum bagi pelajar, serta sanksi tegas terhadap tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Para siswa diajak berdialog, bertanya, dan berbagi pandangan tentang situasi yang sering mereka temui di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, DWP Bangka Selatan berharap lahirnya generasi muda yang lebih sadar akan keselamatan, lebih berani menolak ajakan negatif, dan lebih memahami bahwa masa depan mereka sangat berharga untuk dijaga.
Kegiatan DWP Natak Sekolah ditutup dengan pesan bersama untuk menciptakan sekolah yang bebas dari pengaruh geng motor serta komitmen menjaga lingkungan pendidikan tetap aman, nyaman, dan kondusif.





