Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya daerah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin menurunkan angka kematian bayi, balita, dan ibu melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar.
Selain Kepala DKPPKB, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta tim fasilitator dari provinsi yang memberikan pendampingan teknis selama pelatihan berlangsung. Para fasilitator ini memberikan materi serta praktik langsung terkait teknik konseling menyusui yang efektif dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Pelatihan ini juga menjadi wadah penting bagi tenaga kesehatan untuk saling bertukar pengalaman, berdiskusi, dan memperkuat jejaring kerja antarfasilitas kesehatan. Melalui pendekatan ini, diharapkan kualitas pelayanan konseling menyusui yang diberikan oleh puskesmas dan rumah sakit di Bangka Selatan semakin meningkat.
Kepala DKPPKB menyampaikan harapan besar bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, para tenaga kesehatan dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh secara maksimal di lapangan. “Tenaga kesehatan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi ibu-ibu tentang pentingnya ASI eksklusif. Ini akan sangat berpengaruh terhadap penurunan angka stunting, kematian bayi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan kembali komitmennya dalam menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, diharapkan masyarakat Bangka Selatan dapat memperoleh pelayanan yang lebih profesional, responsif, dan berkualitas.





