Basel Miliki Tim Tanggap Siber, Hadapi Ancaman Dunia Digital

Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk insiden siber saat ini semakin beragam dan kompleks. Mulai dari penipuan untuk mendapatkan data pribadi seperti username, password, dan data finansial, hingga serangan berbahaya seperti malware, ransomware, dan Denial of Service (DoS).

Kita melihat saat ini berbagai bentuk insiden siber antara lain penipuan untuk mendapatkan data pribadi seperti username, password, data finansial dan data pribadi lainnya semakin meluas. Selain itu, malware, ransomware dan termasuk serangan DoS juga menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Melalui pembentukan TTIS ini, Yuri berharap Pemkab Bangka Selatan akan lebih siap dalam menghadapi berbagai ancaman siber, terutama yang mengganggu pelayanan publik berbasis digital.

Ia juga menambahkan bahwa selama dua hari ke depan, personel TTIS Pemkab Basel akan mengikuti pelatihan intensif dari BSSN untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman teknis dalam menangani insiden siber. Pelatihan ini mencakup prosedur standar operasi (SOP) penanganan insiden, simulasi serangan siber, serta peningkatan pemahaman terhadap kebijakan keamanan siber nasional.

Mudah-mudahan bekal pemahaman yang akan didapatkan tersebut akan menguatkan kemampuan tim dalam menangani insiden siber secara profesional dan cepat,” pungkas Yuri.

Dengan keberadaan TTIS, Pemkab Bangka Selatan berharap dapat mendeteksi dan merespons insiden siber lebih cepat dan efektif, sehingga sistem pemerintahan digital di daerah dapat berjalan dengan aman, handal, dan berkelanjutan. Dukungan dari BSSN dan TTIS Provinsi Babel diharapkan terus berlanjut, seiring meningkatnya tantangan keamanan digital di era transformasi pemerintahan elektronik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *